Tampilkan postingan dengan label Safety. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safety. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2015

thumbnail

Rompi K3 untuk Petugas Yantek

Posted by Suheri  | No comments

Jika anda melihat pemandangan yang tidak biasa pada petugas Pelayanan Teknik (Yantek) khususnya di wilayah Jawa Timur, hal tersebut disebabkan adanya penambahan atribut baru yang dikenakan oleh petugas Yantek. Sejak bulan April 2014 seluruh Petugas Yantek di Jawa Timur diwajibkan untuk selalu mengenakan rompi K3 selama bertugas baik siang maupun malam hari. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara PLN, Vendor Pelaksana dan Petugas Yantek untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja.


Pada awal-awal pemakaian banyak cerita lucu yang disampaikan petugas terkait penggunaan rompi tersebut. Beberapa pengendara motor sempat dibuat dak dik dug saat bertemu petugas Yantek. Mereka sering disangka Petugas dari Kepolisian yang sedang melakukan rajia dijalan raya.

Rompi ini memang biasa digunakan oleh Polisi Lalulintas tetapi sebenarnya tidak hanya Polisi saja yang mengenakan rompi tersebut, pekerja perbaikan jalan raya, petugas security, pekerja tambang bahkan tukang parkir juga mengenakan rompi K3 ini. Lantas apa sebenarnya fungsi utama dari rompi tersebut?

Rompi K3 di desain khusus menggunakan bahan berwarna terang dan dilengkapi dengan bahan reflektor. Bahan reflektor akan memancarkan cahaya dalam keadaan gelap sehingga membuat pemakainya tetap terlihat. Fungsi tersebut sangat bermanfaat bagi petugas Pelayanan Teknik yang biasanya bekerja saat listrik padam akibat gangguan.

Di wilayah Jawa Timur sendiri ketentuan penggunaan rompi untuk lingkungan PLN diatur sesuai Surat Edaran GM Distribusi Jawa Timur No : ... /152/DIST-JATIM/2014 tanggal 14 Maret 2014 sebagai berikut :
  1. Petugas Teknik dengan status pegawai PLN, menggunakan rompi dengan warna orange (tulisan di Punggung "PENGAWAS TEKNIK" atau "PETUGAS TEKNIK" sesuai dengan perannya saat pekerjaan berlangsung).
  2. Petugas Teknik dengan status non pegawai PLN, menggunakan rompi dengan warna hijau muda (tulisan di punggung "PELAKSANA TEKNIK").
  3. Pemakaian seragam rompi ini bersifat wajib dan berlaku efektif mulai 1 Juni 2014



Read More»

Senin, 22 Juni 2015

thumbnail

5 Alasan tidak Menggunakan APD

Posted by Suheri  | No comments

Perilaku pekerja terutama di Indonesia yang mengabaikan penggunaan peralatan safety (APD) dikarenakan beberapa alasan baik disengaja maupun tidak disengaja. Berdasarkan hasil survey ada 5 alasan yang paling sering di kemukakan bagi pekerja yang tidak menggunakan APD  (tanpa APD 2010), sebagai berikut :

1. Lupa karena terburu-buru

Alasan tersebut bisa disebabkan karena  :

  • Pekerja datang terlambat saat bekerja.
  • Pekerja lupa peralatan safety apa saja yang harus akan dipakainya pada kondisi lingkungan kerja yang akan dihadapinya.

Solusinya :

  • Terapkan sanksi bagi pekerja yang terlambat sehingga tidak memakai APD dan pekerja selalu diingatkan untuk memakainya.
  • Beri informasi standar prosedur penggunaan APD. Misalnya di tempel gambar penggunaan macam-macam APD dan di lingkungan mana saja menggunakan alat-alat tersebut. Informasi tersebut dapat ditempel di area atau lingkungan yang berhaya bagi pekerja atau bisa juga di tempat sekitar area dimana APD tersebut diletakkan.


2. Tidak nyaman untuk di pakai

Alasan tersebut bisa disebabkan karena  :

  • Merasa risih karena tidak terbiasa memakainya.
  • Merasa malu karena bentuk dari APD terkesan aneh bagi pekerja yang belum pernah melihat dan memakai sebelumnya.
  • Ukurannya tidak sesuai dengan ukuran tubuh tiap pekerja.
  • Beratnya APD  menambah beban tubuh saat bekerja.

Solusinya :

  • Memberikan penjelasan akan pentingnya APD serta membiasakan mereka selalu memakainya dalam kondisi apapun.
  • Memberikan penjelasan tentang APD dan memberi macam-macam bentuknya serta manfaat kegunaannya. Selain itu juga, perusahaan perlu memberikan informasi kepada pekerja bahwa sudah banyak orang memakai APD di semua bidang pekerjaan.  
  • Jadikan penggunaan APD sebagai budaya perusahaan dan juga sebagai suatu filosofi bahwa berada di tempat kerja harus pakai APD.
  • Selalu menanyakan apakah ada masalah terhadap ukurannya maupun beratnya. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan menyediakan yang sesuai atau memikirkan alternatif lain agar pekerja tetap aman.
  • Memberikan contoh cara penggunaan yang benar, sehingga bila dipakai terasa nyaman. 


3. Kurang paham kapan saat memakainya

Alasan tersebut bisa disebabkan karena  :

  • Tidak ada training yang dilakukan oleh perusahaan tentang pemahaman kapan pekerja harus menggunakannya.
  • Pekerja sudah dapat materi training, tetapi belum memahaminya.

Solusinya :

  • Sebaiknya perusahaan selalu mengadakan training tentang APD. Hal tersebut akan membuat pekerja paham kapan mereka memakainya, serta memahami dalam kondisi atau lingkungan yang bagaimana harus menggunakannya.
  • Setelah dapat materi training, pekerja harus memberikan keterangan tertulis kepada perusahaan apabila mereka sudah paham. Hal tersebut dilakukan agar pekerja tidak memberikan alasan seperti sebelumnya yaitu kurang paham tentang waktu penggunaannya jika terjadi kesalahan tidak memakai APD.


4. Tidak ada/ tidak punya waktu untuk memakai

Alasan tersebut bisa disebabkan karena  :

  • Jarak antara waktu kedatangan pekerja dengan waktu di mulainya pekerjaan sangat sedikit. Jadi, pekerja datang langsung melakukan aktifitas pekerjaan sehingga tidak sempat menggunakan APD.
  • Tidak ada jeda waktu saat pekejaan di area lingkungan yang satu dengan berlanjut ke area yang lain. Misalnya pekerja mula-mula bekerja diarea yang mengharuskan menggunakan safety helmet, kemudian dia langsung melanjutkan pekerjaan yang lain di area yang diharuskan menggunakan safety belt dan tali pengaman tanpa ada waktu jeda sehingga pekerja tidak menyempatkan diri untuk memakainya.

Solusinya :

  • Terapkan disiplin pada karyawan saat datang di perusahaan. Misalnya menerapkan aturan bahwa pekerja harus datang 30 menit sebelum di mulainya pekerjaan.
  • Apabila pekerjaan yang satu kemudian berlanjut ke pekerjaan yang lain, sebaiknya diberi waktu jeda beberapa menit agar pekerja dapat menggunakan APD jenis lain sesuai dengan resiko dari lingkungan tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan jika memang pekerja harus memakai APD yang berbeda dari sebelumnya.


5. Merasa Tidak akan celaka

Alasan tersebut bisa disebabkan karena  :

  • Pekerja merasa sangat yakin bahwa tanpa APD akan tetap aman. Hal tersebut karena beranggapan bahwa apa yang akan dilakukannya aman dan tidak menimbulkan resiko kecelakaan.
  • Akibat perilaku sebelumnya, dimana saat tidak menggunakan APD ternyata aman. Jadi, hal tersebut membuat pekerja berasumsi bahwa saat ini juga pasti aman seperti sebelumnya.

Solusinya :

  • Perlu dilakukan suatu forum diskusi atau seminar tentang pentingnya memahami situasi yang menggambarkan kemungkinan resiko kecelakaan. Dalam hal ini, pembicara dari korban kecelakaan yang sebelumnya merasa yakin tidak akan celaka saat bekerja. Hal ini untuk memberikan penjelasan bahwa kecelakaan kemungkinan terjadi, sehingga pekerja harus selalu pakai APD walaupun merasa tidak akan celaka.
  • Melakukan komunikasi dengan pekerja dengan cara mendatangkan seorang psikolog. Dalam Hal ini, psikolog bertujuan merubah pandangan pekerja misalnya berpandangan bahwa kemarin aman berarti sekarang aman dirubah persepsinya yaitu sekarang aman, besok belum tentu aman. Selain itu juga, memberikan suatu penjelasan tentang pentingnya suatu kehidupan bagi pekerja. Jika pekerja sudah paham akan pentingnya suatu kehidupan pasti akan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan, sehingga menyadari bahwa APD penting untuk digunakan saat bekerja. 

Sumber : https://aplikasiergonomi.wordpress.com
Read More»

Sabtu, 16 Mei 2015

thumbnail

Rahasia Dibalik Warna Helm Safety

Posted by Suheri  | No comments

Kenapa warna safety helmet dibuat mencolok atau terang? Kenapa warna safety helmet itu berbeda-beda? Apa sih arti warna safety helmet?

Nah, sobat pro safety, sebagian dari Anda pasti pernah melihat karyawan yang menggunakan safety helmet atau helm proyek. Tentu yang terlintas dalam pikiran Anda ketika melihat seseorang menggunakan helm tersebut adalah pekerja bangunan atau seorang kontraktor.

Bagi Anda yang pernah berkunjung ke sebuah proyek bangunan juga pasti pernah melihat safety helmet diletakkan di depan/ belakang kaca kendaraan. Ternyata hal ini memiliki arti tersendiri, bagi mereka yang mengetahui jabatan seseorang dalam suatu proyek, mereka akan mengetahui bahwa yang berada di dalam kendaraan tersebut adalah seorang insinyur atau pekerja umum.

Kalau Anda perhatikan, biasanya warna safety helmet yang diletakkan di depan/belakang kaca kendaraan adalah safety helmet berwarna putih. Kenapa berwarna putih? Karena helm tersebut hanya dipakai oleh orang yang memiliki jabatan tinggi, seperti insinyur, manajer, atau pihak manajemen. Oleh karena itu, mereka yang memakai safety helmet warna putih akan lebih dihormati karena memiliki jabatan tinggi.

Ini dia arti warna safety helmet yang digunakan untuk mencerminkan posisi atau jabatan seseorang!
  1. Safety helmet warna putih biasanya digunakan oleh insinyur, manajer, pengawas, dan mandor
  2. Safety helmet warna biru biasanya digunakan oleh site supervisor, electrical contractor, atau pengawas sementara
  3. Safety helmet warna kuning biasanya digunakan oleh sub contractor atau pekerja umum
  4. Safety helmet warna hijau biasanya digunakan oleh pengawas lingkungan
  5. Safety helmet warna pink biasanya digunakan oleh pekerja baru atau magang
  6. Safety helmet warna oranye biasanya digunakan oleh tamu perusahaan
  7. Safety helmet warna merah biasanya digunakan oleh safety officer yang bertanggung jawab untuk mengontrol sistem keselamatan sudah terpasang dan berfungsi sesuai standar yang telah ditetapkan
Klasifikasi safety helmet di atas bukanlah aturan baku di setiap negara atau perusahaan. Sebagai contohnya, para pekerja di Petronas, karyawan yang menggunakan safety helmet warna kuning adalah divisi Operation Department yang dianggap divisi paling penting dan terdiri dari engineer yang ahli. Maka, di perusahaan mereka, safety helmet berwarna kuning memiliki kelas paling tinggi, sementara di tempat proyek bangunan, safety helmet warna kuning adalah kelas paling rendah, yaitu pekerja umum.

Apapun warna safety helmet yang digunakan seseorang, yang terpenting adalah fungsinya tetap sama, yaitu melindungi kepala dari risiko tertimpa benda berbahaya di area kerja. Khusus bagi Anda yang bekerja di ketinggian (inboundlink: artikel Tips Bekerja Di Ketinggian Cara Menggunakan Tangga Portable) dengan kondisi angin kencang, gunakan selalu chain strip (tali dagu) untuk menghindari helm yang digunakan lepas karena tertiup angin kencang.

Salam safety!

Sumber : safetysign.co.id
By Safety Sign Indonesia


Read More»

    If you would like to receive our RSS updates via email, simply enter your email address below click subscribe.

ABOUT US

Pelayanan Teknik merupakan satuan tugas yang kegiatannya meliputi pekerjaan pencegahan (preventif) dan penanganan (korektif) terhadap gangguan listrik baik di sisi pelanggan maupun pada sistem jaringan distribusi.

Salam Yantek.

.

Untuk diskusi dan konsultasi Yantek :
0342-801549
59CD2655
0857-4970-1090
credo_blitar@yahoo.co.id

CONTACT US

Nama

Email *

Pesan *

Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top